DIVERSIFIKASI TANAMAM TEMBAKAU
 AGAR SEJAHTERA, PETANI DIMINTA KEMBANGKAN DIFERSIVIKASI TANAMAN TEMANGGUNG, Petani tembakau diminta kreatif dengan melakukan difersivikasi tanaman selain tembakau, sehingga memperoleh tambahan pendapatan supaya sejahtera. Dengan demikian apabila tembakau gagal maka ada tanaman alternatif sebagai pengganti. Hal itu dikemukakan Ny. Dr. Sumaryati Aryoso anggota DPR RI komisi IX disela-sela meninjau areal tanaman kopi arabika kate di Desa Tlahap Kecamatan Kledung Sabtu kemarin (16/1). Ikut mendampingi dalam kunjungan itu wakil Bupati Ir. Budiarto, MT dan sejumlah pejabat terkait. Sebelum peninjauan, diadakan pertemuan dialog dengan sejumlah pimpinan SKPD tentang Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau di ruang Gajah kompleks Setda KabupatenTemaggung, dihadiri Erda wahyudi, SH dari DPRD Temanggung. “Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada petani di desa Tlahap yang telah melakukan difersivikasi tanaman kopi arabika kate dilahan yang selama ini ditanamai tembakau. Hal ini sungguh menarik karena petani bisa mendapatkan penghasilan ganda selain tembakau sehingga kesejahteraannya meningkat“ tandasnya seraya mengharapkan agar program tesebut terus ditingkatkan dan ditularkan kepada petani lain. Menurutnya selama ini, pada saat panen harga komoditas tembakau cenderung tidak stabil. Hal itu disebabakan karena kualitas tembakau sangat tergantung dengan cuaca. Jika cuacanya mendukung maka kualitas tembakau menjadi baik dan harga jualnyapun tinggi. Namun jika sebaliknya maka kualitas tembakau menjadi jelek, otomatis harganya rendah bahkan tidak laku, sehingga petani rugi. Oleh karena itu lanjutnya, dengan difersivikasi tanaman seperti kopi arabika kate, petani tidak selalu tergantung pada tanaman tembakau. Apabila tembakau gagal masih ada kopi yang harganya relatif stabil, sehingga petani masih mendapatkan penghasilan. Wakil Bupati Ir. Budiarto mengatakan, PemkabTemanggung telah berupaya keras mendorong agar petani juga menanam komoditas lain seperti kopi arabika kate, suren dan rumput gajah untuk akan ternak di sela-sela tembakau. Diutarakan dengan difersifikasi tanaman, petani memiliki kesempatan menambah kesejahteraan karena tidak hanya tergantung satu komoditas saja. Dengan demikian bila tembakau sebagai tanaman pokok gagal, bisa ditutup dari komoditas lain. “Pohon kopi arabika kate, suren maupun rumput gajah tidak mengganggu tanaman tembakau karena ditanam ditepian lahan sekaligus sebagai penguat terasiring agar tidak mudah longsor. Selain di Tlahap, pola difersifikasi pertanian juga dikembangkan di desa sentra tembakau baik di lereng Sumbing, Sindoro dan Prau“ jelasnya, seraya menambahkan berkait dengan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau telah dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan peningkatan kualitas tembakau, pembangunan sarana prasaran penunjnag seperti embung dan lain-lain. Ketua kelompok tani Desa Tlahap Mulyono mengatakan, pada awal program defersifikasi tanaman kopi arabika kate belum banyak petani yang berminat. Namun sekarang semakin bertambah banyak, setelah mengetahui kopi arabika kate laku di pasaran. Diutarakan, harga kopi glondong basah ditingkat petani pada musim panen tahun lalu mencapai Rp. 3.500/kg. Demikian halnya rumput gajah dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti kambing dan sapi yang selain menghasilkan pupuk kandang, hewan ternaknya setiap saat bisa dijual untuk menunjang kebutuhan keluarga. Sedang kayu suren jika sudah besar bisa digunakan sendiri atau dijual sebagai bahan bangunan.(Hms10/Edy Laks)
18.01.2010 12:34:14 Pertanian dan Perkebunan
|