MUSIM TEMBAKAU
 MUSIM TEMBAKAU DI KABUPATEN TEMANGGUNG MUNDUR KARENA CUACA TEMANGGUNG, Kalangan petani tembakau di daerah Temanggung cemas, mengingat hingga pertengahan bulan Juli 2010 kemarin curah hujan di daerah ini masih cukup tinggi. Padahal, musim panen tidak membutuhkan kebutuhan air (hujan) pada lahan tembakau. Kalau sepuluh hari ke depan cuaca telihat bagus, atau tidak turun hujan maka diperkirakan masa panen raya tembakau sudah dimulai. Namun jika masih diguyur hujan terus menerus maka boleh dipastikan masa panen ditunda," jelas sejumlah petani tembakau di Temanggung, Rabu (27/7). Seperti tahun kemarin, menurut mereka, awal bulan Agustus masa panen mulai dilakukan petani tembakau di kawasan Gunung Sumbing-Sindoro, karena cuaca cukup mendukung. Demikian pula masa panen raya tahun ini diperkirakan sudah dimulai kalau cuaca bagus. "Bahkan, saat ini sejumlah petani mulai munggel atau memetik bunga tembakau. Hal itu pertanda petik daun akan segera dilaksanakan oleh petani," ujar Nyaman (45), petani di Desa Gandurejo, Bulu, Temanggung. Jenis gober yang memiliki daun lebih besar, tak menutup kemungkinan jumlah timbangan lebih tinggi dibandingkan jenis genjah, yang memiliki lebar daun lebih kecil. Dari segi kualitas kedua jenis benih tembakau itu tidak ada perbedaan," terang petani lain asal Balerejo, Temanggung, Farhan, terpisah Rabu (27/7). Namun para petani menjelaskan, pembelian tembakau tergantung pada pihak pabrikan. Demikian pula, pabrik tentunya juga mempertimbangkan kondisi cuaca untuk memulai melakukan pembelian tembakau dari petani pada musim panen tahun ini. " Petani tembakau berharap cuaca di daerah Temanggung, khususnya kawasan sentra tembakau tetap cerah mendekati panen ini, (Hms10/Paul)
28.07.2010 12:47:28 Perekonomian
|