Antisipasi PMK, Pasar Hewan Ditutup Sementara

Kesehatan
  Anindita Kusumastuti   3365 views

Keterangan Gambar: Antisipasi PMK, Pasar Hewan Ditutup Sementara

Temanggung - Bupati Temanggung, HM Al Khadziq mengatakan penutupan sementara seluruh pasar hewan adalah untuk kelangsungan bisnis peternakan ke depan. Maka itu pada pedagang, peternak dan masyarakat untuk dapat bersabar dan mematuhi pemerintah.

"Penutupan pasar hanya sementara, yakni dua minggu. Ini untuk memutus rantai penularan Penyakit Mulut dan Kuku," kata Bupati, Kamis (9/6/2022).

Bupati mengatakan, berdasarkan kajian diputuskan penutupan pasar hewan di Temanggung mulai Kamis (9/6/2022) hingga Rabu (22/6/2022) ke depan. Dua minggu adalah masa inkubasi jenis penyakit ini disebabkan dari virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae yang menjadi penyebab PMK.

Diharapkan, dengan penutupan pasar hewan yang diiringi penyemprotan, serta pengobatan hewan yang sakit, PMK bisa hilang dari Temanggung.

Memasuki bulan Dzulhijah atau Idul Adha diharapkan nanti kasus PMK sudah berkurang jauh, sehingga tidak memunculkan kekhawatiran masyarakat dalam pengadaan hewan kurban.

"Hilangnya PMK dari Temanggung, bisnis peternakan bisa terus membaik apalagi kini mendekati Idul Adha yang merupakan masa panen bagi peternak," katanya.

Sementara itu, TNI dan Polri diterjunkan untuk sterilisasi pasar hewan sebagai usaha penanganan PMK.

Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi mengatakan, sterilisasi pasar diperlukan agar pasar hewan terbebas dari virus yang dapat menyebabkan PMK dan berbagai penyakit lainya pada hewan.

"Kami membantu pemerintah dalam penanganan PMK, diantaranya dengan sterilisasi pasar hewan," kata Kapolres, Kamis (9/6/2022).

Kapolres mengatakan, peran Polri dan TNI dalam penanganan PMK, terutama adalah agar jangan sampai timbul gejolak dan keresahan di masyarakat.

"Kami membantu Pemda agar PMK tidak meluas dan kasusnya bertambah," katanya.

Dikatakan dalam keterlibatan penanganan PMK, kepolisian langsung terjun ke masyarakat dan peternak melalui Bhabinkamtibmas.

Disampaikan, Polisi memantau keadaan kandang dan ternak, jika mengalami gejala mengarah PMK akan dikoordinasikan dengan dinas terkait.

Kasus PMK di Kabupaten Temanggung terus meningkat. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) mencatat per Kamis (9/6/2022) telah mencapai 172 kasus atau naik 17 ekor dibanding Selasa (7/6/2022) yaitu 155 ekor.

Kepala DKPPP Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan, PMK di Temanggung mengalami peningkatan yang kini telah mencapai 172 dengan sebaran di 12 kecamatan.

"Untuk mencegah penularan lebih meluas dilakukan penutupan pasar untuk sementara," katanya.

Disampaikan olehnya, petugas juga melakukan penyemprotan desinfektan di pasar hewan, supaya saat nanti dibuka sudah steril. Sedangkan ternak yang diobati kondisinya membaik.

Dari 172 ternak yang terkena PMK sebagian  telah sembuh, dan sebagian lagi dalam proses penyembuhan. Tidak ada yang mati karena PMK, tetapi ada yang dipotong.

Adapun penutupan pasar hewan di Temanggung mulai Kamis (9/6/2022) hingga Rabu (22/6/2022) mendatang. Di Temanggung ada 8 pasar hewan, diantaranya pasar hewan Ngadirejo, Temanggung, Selopampang, Tepusen dan Pringsurat.  (Aiz;Tfa;Ekp)

TAG:

SHARE:

Copyright © 2022 Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.