Bupati: Pelaku Usaha Makanan Minuman harus Berinovasi dan Menerima Kritik

Kepala Daerah
  admin   143 views

Keterangan Gambar: Bupati HM Al Khadziq memberikan materi terkait pemasaran produk dan ijin usaha kepada para pengusaha makanan dan minuman di Hotel Aliyana, Kamis (31/3/2022).

Temanggung - Bupati HM Al Khadziq memberikan materi kepada para peserta Sosialisasi Kemudahan Berusaha Bagi Pelaku Usaha di Kabupaten Temanggung (OSS RBA, PIRT, SIHALAL),  di Hotel Aliyana, Kamis (31/3/2022). Bupati menyampaikan para pengusaha ini, jika ingin maju harus berinovasi dan mau menerima kritik.

Adapun peserta merupakan para pengusaha di bidang makanan, minuman di Kabupaten Temanggung, seperti katering, nasi box, bubur sayur, kopi, kue kering, snack basah, dan lain-lain. Mereka perlu mendapat masukan agar usahanya bisa maju, bersaing dan manfaat dari sudah memiliki izin.

"Menurut saya, usaha apapun bisa dilakukan yang penting pertama kali adalah laku. Nah, untuk laku itu salah satu syarat yang dibutuhkan adalah izin. Karena izin itu untuk membangun keyakinan bahwa produknya memang terjamin mutunya, terjamin halal, terawasi standar-standarnya, higienisnya, standar bahan pengawetnya, "katanya.

Menurut Bupati, dalam berbisnis makanan, khususnya non katering, seperti kopi, pangsit, kue kering, yang paling penting juga harus berinovasi di bidang produksi, maupun bidang pemasaran. Namun dari pencermatan Bupati, banyak industriawan rumah tangga di Temanggung hanya bermindset in work looking, melihatnya hanya Temanggung, tidak pernah out work looking, melihat pesaing di luar, seperti apa, sehingga produknya kurang bersaing.

"Tidak bisa bersaing, karena begitu dijual di luar kota dibanding dengan industri rumah tangga yang lain dari luar kota produk kita secara kualitas, secara kemasan, secara harga tidak bersaing, kemudian mungkin kurang menarik, minyaknya terlalu banyak dan lain-lain. Jadi menurut saya, perbanyaklah piknik, membuka diri, membuka hati dari kritik dan masukan, terpenting dari konsumen," ungkap Bupati.

Menurut Bupati, dari analisa lapangan, banyak juga yang terlalu berbangga dengan produknya sendiri, merasa produknya paling baik, sehingga tidak mau melihat kompetitor. Padahal menganggap produknya sendiri paling bagus itu adalah penyakit, ego berdagang, sehingga mengabaikan masukan dari orang lain.

"Buka hati, terima masukan, kritik, lakukan inovasi, ikut pameran. Jika bisa melihat kompetisi produk tidak laku, maka lama-kelamaan akan belajar, saya harap bapak, ibu bisa belajar dari pesaing. Setelah ada inovasi jaga betul mutu produk, jangan mentang- mentang laku. Di sinilah salah satu guna perijinan adalah menjaga mutu dan kualitas, serta kepercayaan konsumen," tandas Bupati. (Ary;Ekp)

TAG:

SHARE:

Copyright © 2022 Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.