Jaga Sumber Mata Air, 500 Bibit Pohon Ditanam di Desa Gondosuli

Umum
  Anindita Kusumastuti   34 views

Keterangan Gambar: Jaga Sumber Mata Air, 500 Bibit Pohon Ditanam di Desa Gondosuli

Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung, dalam hal ini Pemerintah Desa Gondosuli, Kecamatan Bulu bekerjasama dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) menggelar tanam pohon secara massal di Desa Gondosuli dan di area sumber mata air Simpleng, Bulu, Minggu (22/1/2023).

Desa Gondosuli terkenal dengan wisata airnya, yaitu Simpleng Waterpark. Apabila tidak didukung dengan penanaman pohon atau konservasi alam secara berkelanjutan ditakutkan sumber mata air akan mengecil dan hilang.

Kepala Desa Gondosuli, sekaligus anggota komite konservasi Kabupaten Temanggung, Muhammad Arifin mengatakan, bahwa pelaksanaan konservasi tersebut dalam rangka turut melestarikan lingkungan hidup di Kabupaten Temanggung, khususnya di daerah-daerah pegunungan supaya bisa menanggulangi banjir dan tanah longsor, ketika turun musim hujan.

Disampaikan olehnya, tujuan konservasi tersebut adalah menjaga kelestarian lingkungan dan sumber kehidupan itu ada tiga, yaitu air, udara dan api. Anggaran lima ratus bibit pohon tersebut, bersumber dari APBDes dan bantuan dari MWCNU.

"Kalau kita bisa menjaga ketiga sumber kehidupan itu, InshaAllah tidak akan terjadi bencana," ujar Arifin.

Disebutkan, terdapat lebih dari 500 pohon akan ditanam di Desa Gondosuli, tepatnya di daerah-daerah tanah yang rawan longsor, sungai dan daerah yang berdekatan dengan sumber mata air.

"Pohon yang ditanam kebanyakan buah-buahan, karena apabila satu tahun, dua tahun sudah berbuah, bisa untuk mendongkrak ekonomi di desa Gondosuli," pungkasnya.

Camat Bulu, Panca Pastiyanto mengatakan, Pemkab Temanggung memberikan apresiasi atas kerjasama yang terjalin dengan MWCNU yang telah melaksanakan launcing konservasi lahan di empat lokasi, yaitu Desa Wonotirto, Pandemulyo, Pengilon dan Gondosuli, kemudian akan dilanjutkan di Desa Wonosari dan Pagergunung.

"Semoga dengan adanya kerjasama dengan MWCNU ini, konservasi lahan dan air ini, nantinya jangka waktunya sangat panjang untuk kelestarian lingkungan, untuk ketahanan air, untuk mencegah erosi ini, ke depannya akan dilaksanakan di desa-desa yang ada di lereng Gunung Sumbing," tuturnya.

Adapun bibit pohon yang ditanam merupakan tanaman keras dan sebagian besar adalah tanaman buah, diantaranya gayam, mangga, durian, ringin, bambu petung dan kolang kaling.

"Harapan ke depannya, kita akan berkolaborasi dengan warga masyarakat untuk bekerjasama dalam pemeliharaan, perawatannya sampai nanti dalam pengawasannya," pungkasnya. (chy;ekp;ysf)

TAG:

SHARE:

Copyright © 2023 Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.