Ket [Foto]:
Tanamkan Toleransi Sejak Dini, 125 Anak PAUD dan TK di Temanggung Kunjungi Tempat Ibadah
Temanggung - Suara riang anak-anak dengan seragam warna-warni tampak antusias mengikuti kegiatan kunjungan lintas tempat ibadah yang digelar komunitas Persaudaraan Sekolah Bhinneka Temanggung (PSBT) pada Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang melibatkan 125 anak dari 11 PAUD dan TK di Temanggung ini menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas untuk menanamkan nilai toleransi sejak usia dini.
"Anak-anak diajak mengenal keberagaman agama dan budaya secara langsung dengan mengunjungi beberapa tempat ibadah, di antaranya masjid, gereja, klenteng dan vihara di Kecamatan Parakan," kata Ketua PSBT, Siti Hudaifah.
Ia mengataakan, anak-anak mendapat penjelasan sederhana mengenai fungsi tempat ibadah dan pentingnya saling menghormati perbedaan. Mengingat Kabupaten Temanggung selama ini dikenal sebagai daerah dengan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
Dalam kunjungannya itu, di gereja dan kleteng anak-anak duduk rapi mendengarkan penjelasan pengurus tentang arti kasih dan persaudaraan. Sementara di masjid, mereka diperkenalkan pada tata cara beribadah umat Islam, seperti adzan dan salat, dengan bahasa yang mudah dipahami.
"Kunjungan ke vihara pun tak kalah menarik, anak-anak belajar tentang makna kedamaian dan sikap welas asih," tegasnya.
Guru pendamping salah satu TK peserta kegiatan, Devi mengatakan, pembelajaran toleransi tidak cukup hanya melalui cerita di dalam kelas.
“Anak-anak perlu melihat dan merasakan langsung. Dengan begitu, mereka memahami bahwa perbedaan itu nyata dan indah,” ujarnya.
Menurutnya, usia dini merupakan masa emas pembentukan karakter. Nilai saling menghargai, empati, dan persaudaraan harus mulai ditanamkan sejak sekarang agar kelak tumbuh menjadi generasi yang terbuka dan menghormati keberagaman.
"Kunjungan lintas tempat ibadah menjadi pengalaman berharga yang membekas dalam ingatan anak. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga memperkuat pesan, bahwa meski berbeda keyakinan, semua tetap hidup berdampingan dalam satu masyarakat," tandasnya.
Melalui langkah kecil ini, para pendidik berharap benih-benih toleransi yang ditanam hari ini akan tumbuh kuat di masa depan. Di tengah masyarakat yang majemuk, mengenalkan perbedaan bukan untuk membandingkan, melainkan untuk saling memahami.
Dari Temanggung, pesan itu mengalir jernih, toleransi bukan sekadar slogan, tetapi kebiasaan yang perlu dilatih sejak dini. (Fir;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook