Ket [Foto]:
Berkah Ramadan, Perajin Kaligrafi di Temanggung Kebanjiran Order
Temanggung - Bulan Ramadan tampaknya membawa berkah bagi perajin hiasan dinding kaligrafi di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Menjelang Idul Fitri, permintaan kaligrafi timbul meningkat signifikan hingga 40 persen seiring masyarakat yang mulai mempercantik rumah dan tempat ibadah.
Salah satu perajin kaligrafi timbul adalah Eko Budi (45) warga di Jalan Pahlawan, Kecamatan Parakan, Temanggung mengaku lonjakan permintaan terjadi setiap Ramadan, terutama mendekati Lebaran.
"Kalau bulan Ramadan menjelang Idul Fitri pasti ada peningkatan. Alhamdulillah, tahun ini ada kenaikan sekitar 40 persen dibanding hari biasa. Mudah-mudahan sampai akhir Ramadan lebih bagus dari tahun lalu," katanya, di sela-sela kegiatan produksi kaligrafi, Rabu (4/3/2026).
Menurut Eko, kaligrafi timbul yang paling banyak diminati pembeli adalah lafaz Ayat Kursi, Surah Yasin, dan Asmaulhusna. Namun, Ayat Kursi menjadi produk terlaris, karena dianggap sudah familiar di kalangan masyarakat.
Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 85.000 untuk ukuran 60x40 sentimeter hingga Rp 1.900.000 untuk ukuran terbesar 1,5x1 meter. Meski demikian, ukuran dengan harga Rp 150.000 hingga Rp 200.000 menjadi yang paling banyak diburu konsumen.
Konsumen tidak hanya berasal dari Temanggung, tetapi juga dari sejumlah daerah lain, seperti Wonosobo, Magelang, Semarang, hingga Yogyakarta. Lokasi usaha yang berada di jalur lintas antar daerah turut mendukung peningkatan penjualan.
Dalam proses pembuatannya, Eko menggunakan teknik lem bakar dan cutting. Pengerjaan diawali dengan membuat mal, kemudian tulisan ayat ditebalkan menggunakan lem bakar. Setelah kering, kaligrafi diberi pewarna sesuai pesanan menggunakan prada foil, seperti emas atau perak, dilanjutkan proses pembersihan dan pemasangan bingkai.
Untuk desain sederhana, pengerjaan dapat diselesaikan sekitar satu jam. Namun, untuk kaligrafi dengan detail rumit, seperti Surah Yasin, waktu pengerjaan membutuhkan durasi lebih lama.
"Menjelang Lebaran ini permintaan lumayan ramai. Bisa sampai 10 kotak kaligrafi terjual," terangnya.
Mayoritas pembeli menggunakan kaligrafi sebagai dekorasi dinding rumah. Salah satu pembeli, Muhtadi, mengaku membeli kaligrafi Ayat 1.000 Dinar berukuran 140x200 sentimeter untuk mempercantik rumahnya menjelang Lebaran.
"Ini untuk persiapan hiasan rumah, karena sudah mendekati Lebaran. Saya pilih di sini, karena pilihannya banyak, kualitasnya bagus, dan harganya terjangkau," ujarnya.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap seni kaligrafi, para perajin optimistis usaha kerajinan bernuansa religi ini akan terus diminati, khususnya pada momen-momen keagamaan seperti Ramadan dan Idul Fitri. (Fir;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook