Bupati Agus Setyawan “Turun Tangan” Temani Anak Berkebutuhan Khusus di Rumah Terapi Tanda Cinta
Ket [Foto]:

Bupati Agus Setyawan “Turun Tangan” Temani Anak Berkebutuhan Khusus di Rumah Terapi Tanda Cinta

Temanggung - Senyum lebar Bupati Agus Setyawan langsung mengembang saat seorang anak perempuan berusia lima tahun dengan down syndrome mendekatinya. Dengan sabar, Agus meraih tangan kecil itu, mengusap kepalanya lembut, dan bertanya pelan, “Senang main di sini?” Anak itu mengangguk malu-malu sambil memegang bola terapi warna-warni. 

Itulah salah satu momen mengharukan saat Bupati Agus Setyawan meninjau langsung kegiatan terapi di Rumah Terapi “Tanda Cinta” yang baru diresmikan di kompleks Kantor Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Senin (6/6/2026). 

Bersama Kepala Sentra Terpadu Kartini, Dr. Nova Dwiyanto Suli, Agus yang disampingi Istrinya, Panca Dewi tak hanya membuka selubung papan nama sebagai tanda peresmian rumah terapi 'Tanda Cinta'. 

Ia juga menyempatkan diri berinteraksi dengan puluhan anak berkebutuhan khusus yang sedang menjalani sesi terapi okupasi dan terapi wicara. 

Dari satu ruangan ke ruangan lain, bupati melihat anak-anak latihan meraih benda, menyebutkan kata-kata sederhana, hingga bermain dengan alat bantu yang disediakan.

“Anak-anak ini butuh sentuhan kasih sayang dan kesabaran. Saya ingin mereka merasa di rumah sendiri,” ujar Agus Setyawan sambil tersenyum melihat seorang anak laki-laki yang sedang latihan berjalan dengan bantuan alat fisioterapi.

Dikemukakan Rumah Terapi “Tanda Cinta” lahir dari keluhan orang tua yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan terapi di rumah sakit. Batasan usia, antrean panjang, dan keterbatasan biaya BPJS menjadi masalah utama. 

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Temanggung membangun fasilitas terapi gratis yang dikelola secara terpadu.

“Layanan ini kami buka untuk meringankan beban orang tua. Kami tidak hanya memberikan terapi, tapi juga melatih orang tua agar bisa mendampingi anaknya secara mandiri di rumah,” jelas Agus.

Dr. Nova Dwiyanto Suli yang ikut mendampingi peninjauan menjelaskan, bahwa Rumah Terapi “Tanda Cinta” merupakan unit ke-21 yang dikembangkan Sentra Kartini di seluruh Indonesia. 

Menurutnya, kehadiran fasilitas ini menjadi jawaban atas kesulitan akses terapi yang selama ini dialami masyarakat Temanggung.

“Silakan datang ke sini. Tidak perlu antre lama seperti di rumah sakit. Kami buka untuk semua yang membutuhkan,” kata Dr. Nova.

Saat ini, rumah terapi baru mampu melayani maksimal 24 anak per hari, karena keterbatasan tenaga dan sarana. 

Layanan yang tersedia meliputi fisioterapi (Senin–Kamis), terapi okupasi, dan terapi wicara yang baru bisa dilakukan sekali dalam sebulan. 

Tenaga terapis didatangkan secara bergilir dari Dinas Kesehatan dan Sentra Kartini.

Sekretaris Dinas Sosial, sekaligus Ketua Panitia, Tomi Adi Purnomo menambahkan, rumah terapi ini mengadopsi sistem layanan dari Klinik Sentra Terpadu Kartini. 

“Tahap awal ini masih rintisan. Ke depan kami harap jumlah anak yang terlayani bisa terus bertambah,” ujarnya.

Salah satu orang tua yang hadir, Lina, tak bisa menahan haru. Anaknya yang mengidap down syndrome kini punya tempat untuk belajar dan berkembang tanpa harus bolak-balik ke rumah sakit jauh.

“Terima kasih Bapak Bupati. Akhirnya ada rumah terapi di Temanggung. Ini harapan besar bagi anak-anak kami,” katanya sambil mengusap air mata.

Dengan hadirnya Rumah Terapi “Tanda Cinta”, Pemerintah Kabupaten Temanggung menunjukkan komitmen nyata mewujudkan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas. 

Bukan sekadar bangunan baru, tapi rumah penuh kasih yang siap menjadi tempat anak-anak berkebutuhan khusus merasa dicinta dan didukung sepenuhnya. (Aiz;Istw;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook