Ket [Foto]:
Lukis Gerabah, Cara 1.300 Anak RA Temanggung Belajar Cinta Alam dan Orang Tua
Temanggung - Tangan-tangan kecil itu tampak sibuk menggoreskan warna pada gerabah berbentuk pot bunga. Dengan penuh antusias, mereka memadukan warna sesuai imajinasi masing-masing.
Suasana ceria itulah yang mewarnai kegiatan outing class yang diikuti 1.300 anak Raudhatul Athfal (RA) dari 190 lembaga pendidikan di Pikatan Water Park, Temanggung, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang digelar Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Temanggung tersebut tidak sekadar menjadi ajang melukis. Bagi anak-anak, ini adalah kesempatan belajar di luar kelas sambil bermain, berkreasi, dan mengenal lingkungan sekitar.
Wakil Bupati Nadia Muna, menilai kegiatan semacam ini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Menurutnya, melukis gerabah dapat melatih motorik halus, mengasah kreativitas, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Di tengah era digital, ketika banyak anak lebih akrab dengan layar gawai, kegiatan di ruang terbuka dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup dan interaktif.
Anak-anak tidak hanya mendengar atau melihat, tetapi juga merasakan dan menciptakan sesuatu dengan tangan mereka sendiri.
Ketua IGRA Kabupaten Temanggung, Tuti Haryati, menjelaskan gerabah dipilih, karena berasal dari tanah dan ramah bagi anak-anak. Melalui media sederhana itu, peserta diajak mengenal budaya lokal, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap alam.
Pot bunga yang telah dihias kemudian dibawa pulang. Benda kecil itu bukan sekadar hasil karya, tetapi juga simbol kasih sayang anak kepada orang tua. Dari sepotong gerabah dan warna-warni cat, anak-anak belajar tentang kreativitas, lingkungan, serta makna berbagi kebahagiaan dengan keluarga.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, menjadikan pengalaman belajar sebagai kenangan yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. (Aiz;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook