Ket [Foto]:
Rupiah Melemah, Perajin Handicraft Kayuki Perkuat Penjualan Daring
Temanggung - Perajin handicraft Kayuki di Kota Temanggung mengencangkan strategi penjualan secara daring guna memangkas biaya operasional, sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke pembeli global. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap melemahnya nilai tukar Rupiah yang berada di kisaran Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pemilik usaha handicraft Kayuki, Ristiyanto mengatakan, pelemahan Rupiah berdampak langsung terhadap kenaikan biaya produksi, terutama untuk bahan baku impor yang selama ini digunakan dalam pembuatan sejumlah produk kerajinan, seperti multi triplek, akrilik, wood filler atau dempul, dan plastik.
"Dengan kondisi tersebut, maka kami harus mencari cara agar tetap kompetitif dan menjaga keberlangsungan usaha," katanya saat ditemui, Senin (8/6/2026) di Temanggung.
Menurutnya, pemasaran melalui platform digital menjadi solusi yang efektif, karena mampu menekan berbagai biaya operasional, seperti biaya promosi konvensional dan distribusi.
"Sekarang ini, 85 persen itu kita penjualan di online, jadi yang kita persiapkan adalah sesuatu produk yang lebih baru, dimana nanti produk itu memang secara kompetitornya kecil, jadi nanti bisa diterima pasar itu lebih baik dan lebih banyak lagi," lanjutnya.
Selain itu, sistem penjualan daring memungkinkan produk Kayuki dipasarkan langsung kepada konsumen di berbagai negara, tanpa harus melalui banyak jalur distribusi.
"Dengan memanfaatkan marketplace internasional dan media sosial, Kayuki kini lebih aktif membangun komunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor, sekaligus memperkuat posisi produk kerajinan lokal di pasar global," terangnya.
Pelaku usaha juga optimistis, bahwa produk handicraft buatan Temanggung memiliki daya saing yang tinggi, karena mengedepankan kualitas, keunikan desain, serta sentuhan kerajinan tangan yang menjadi nilai tambah di mata konsumen manca negara.
"Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi nilai tukar, transformasi digital dinilai menjadi salah satu langkah penting bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk bertahan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas," imbuhnya.
Dengan memperkuat penjualan daring, Kayuki berharap dapat menjaga stabilitas usaha, serta meningkatkan kontribusi produk kerajinan Indonesia di pasar internasional. (Fir;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook