Ket [Foto]:
Marak Fenomena Negatif dan Penyimpangan, Komnas PA Temanggung Layangkan Peringatan Keras
Temanggung – Menjamurnya fenomena LGBT, serta kasus pelecahan seksual terhadap anak belakangan ini, menjadi perhatian serius Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Temanggung. Bukan tanpa alasan, hal tersebut lantaran hal tersebut terindikasi kuat telah menyasar kalangan anak, maupun ranah dunia pendidikan. Tak hanya pelaku, tak sedikit dari mereka yang juga menjadi korban.
Ketua Komnas PA Kabupaten Temanggung, Totok Cahyo Nugroho mengungkap, bahwa dalam sejumlah aduan dan monitoring lembaga terkait problematika anak, tak sedikit yang mengeluhkan maraknya kasus kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak termasuk kalangan pelajar di dalamnya. Bahkan, yang wajib menjadi alarm banyak pihak, belakangan ini sejumlah pihak juga resah dengan maraknya fenomena LGBT.
Mirisnya, khusus LGBT, fenomena ini telah merambah dunia pendidikan. Tak sedikit dari mereka yang masih masuk dalam kategori anak dan pelajar yang diduga terjerumus dalam masalah tersebut. Salah satu indikatornya juga eksistensi mereka di beragam platform media sosial.
“Kita semua bisa rasakan, belakangan ini di beragam platform media sosial muncul fenomena yang mengarah ke LGBT. Mirisnya, tak sedikit dari mereka yang berasal dari kalangan anak dan pelajar. Bahkan, kami memantau di salah satu platform banyak grup-grup komunitas yang terindikasi menyimpang. Termasuk di Kabupaten Temanggung,” jelasnya, Jumat (12/6/2026).
Dirinya menduga, selain karena kian mudahnya mengakses media sosial, fenomena ini juga terjadi, karena abai atau lemahnya pengawasan berbagai pihak dalam lingkaran terdekat anak. Baik itu orang tua, keluarga, lingkungan sosial tempat tinggal, lingkungan pergaulan, hingga lokasi pendidikan tempat mereka sekolah.
“Tidak hanya LGBT, tapi jangan kesampingkan juga predator kekerasan dan pelecehan seksual yang menyasar korban, maupun pelaku anak. Kita bisa lihat secara luas akhir-akhir ini. Maka dari itu, kami meminta seluruh pihak untuk lebih peka terhadap perangai anak masing-masing. Ini sangat berbahaya dan bisa menimbulkan efek berantai,” tegasnya. (Ifn;MC;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook