Ket [Foto]:
Slametan Warga Purborejo Tandai Dimulainya Pengerjaan Jalan DAK Temanggung
Temanggung - Tradisi slametan dan doa bersama yang digelar di Desa Purborejo, Kecamatan Bansari, menandai bergulirnya proyek infrastruktur penanganan longsegment pada lima ruas jalan strategis di Kabupaten Temanggung, Jum'at (3/7/2026) sore.
Proyek bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN dengan tema ketahanan pangan itu untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memperkuat konektivitas antarwilayah
Bupati Agus Setyawan mengatakan, lima ruas jalan tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Kedu, Candiroto, Ngadirejo, Bansari, dan Parakan. Kucuran DAK bertema ketahanan pangan ini diharapkan bisa dimanfaatkan secara jangka panjang.
"Ini memang sudah ditunggu lama oleh warga, harapannya dikerjakan sebaik-baiknya, tepat waktu, tepat mutu, bisa meningkatkan mobilitas masyarakat. Seperti di wilayah Bansari ini bisa menjadi akses penghubung antar desa, jalur ekonomi, untuk mempermudah akses pertanian ketika harus mengirim hasil panen, termasuk akses pendidikan," katanya.
Di sisi lain, bupati yang akrab disapa Agus Gondrong ini juga mengatakan, dalam kurun 2026-2027 belum bisa menyelesaikan seluruh jalan kabupaten yang rusak secara serentak dalam waktu seketika. Dari total sekitar 650 kilometer jalan kabupaten yang ada di Temanggung, keterbatasan anggaran menuntut pemerintah untuk bergerak secara bertahap.
"Sekali lagi, pangapunten sanget (mohon maaf sekali). Kalau saat ini belum semua selesai, itu murni, karena keterbatasan anggaran, bukan karena niat yang tidak baik. Kula nyuwun sabare dan kula nyuwun doane (saya mohon kesabarannya dan mohon doanya) agar proses pengerjaan berjalan lancar dan selamat hingga tuntas," ucapnya.
Kepala DPUPR Temanggung, Hendy Wahyu Noerhidayat, menyebut proyek DAK Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 19 miliar ini dialokasikan untuk lima ruas jalan penopang distribusi pangan, yakni Jalan Parakan-Bansari, Caturanom-Watu Kumpul, Jalan Watu Kumpul-Medari, Ngadirejo-Bantir, dan ruas Jalan Karangtejo-Kundisari.
Adapun total penanganan jalan mencakup kurang lebih 11,6 kilometer dengan peningkatan mutu berupa pelebaran jalan.
"Kepada pihak desa untuk bisa komunikasi dengan kami bilamana ada di ruas jalan itu dibutuhkan aksesoris, di sini butuh senderan, di sini butuh drainase. Kami minta bantuan pula untuk membantu kami dalam pengawasan, sehingga kalau ada pengerjaan yang tidak baik laporkan ke kami pasti akan kita tidak lanjuti," tandasnya. (Ary;Adt;Istw;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook