Ket [Foto]:
Vakum 21 Tahun, "JUMBARA" Tingkatkan Kompetensi Kepalangmerahan
Temanggung - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung mengelar Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) Palang Merah Remaja (PMR) setelah vakum 21 tahun selama 2 hari, yakni 28-29 Juli 2026.
JUMBARA PMR PMI Kabupaten Temanggung dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Agus Setyawan di halaman SMP Negeri 2 Temanggung, Selasa (28/7/2026).
JUMBARA PMR kali ini, diikuti oleh 64 sekolah se-Kabupaten Temanggung yang terdiri dari 17 kelompok PMR Wira setingkat SMA, 15 PMR Madya setingkat SMP dan 32 PMR Mula setingkat SD dengan masing-masing kelompok atau regu beranggotakan 15 siswa.
JUMBARA PMR menjadi wadah pembinaan karakter, peningkatan keterampilan kepalangmerahan, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan bagi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali berbagai materi dan praktik yang menumbuhkan jiwa kerelawanan, kepedulian sosial serta semangat gotong royong.
“Setelah 21 tahun tidak dilaksanakan, Alhamdulillah JUMBARA PMR tahun ini mendapat apresiasi luar biasa dari sekolah-sekolah. Ini menjadi momentum kebangkitan kembali PMR di Kabupaten Temanggung,” kata Bupati dalam sambutannya.
Bupati mengapresiasi terselenggaranya kembali JUMBARA PMR yang mendapat antusiasme tinggi dari sekolah-sekolah negeri, maupun swasta di Kabupaten Temanggung.
Menurutnya, JUMBARA bukan sekedar ajang berkumpul antar anggota PMR, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial sejak dini.
“Anak-anak akan memperoleh tambahan wawasan, keterampilan, sekaligus menjalin silaturahmi dengan peserta dari 20 kecamatan. Ketika mereka saling mengenal, akan tumbuh rasa saling menyayangi, mencintai lingkungan, dan mencintai Kabupaten Temanggung. Dari situlah empati dan kepekaan sosial dapat tumbuh,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Temanggng, Bambang Dewantoro, mengatakan JUMBARA menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali aktivitas PMR di sekolah-sekolah secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan anggota PMR perlu dilakukan melalui praktik nyata, sehingga peserta memiliki kemampuan pertolongn pertama, kesiapsiagaan bencana, serta mampu menjadi pelopor kesehatan di lingkungan sekolah.
“PMI ingin kegiatan PMR tidak hanya sebatas teori, tetapi benar-benar menjadi gerakan yang membentuk keterampilan, kepedulian, dan tim kesehatan sekolah yang aktif,” jelas Bambang.
Melalui penyelenggaraan JUMBARA PMR ini, Pemkab Temanggung bersama PMI berharap, semangat kepalangmerahan dapat terus tumbuh di kalangan pelajar, sehingga lahir generasi muda yang berkarakter, terampil, dan berbakti kepada masyarakat. (put;chy;tfa;ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook