Ket [Foto]:
Balinkes Resmi Diluncurkan! Cara Pemkab Temanggung Jamin Kesehatan Warganya
Temanggung – Inovasi layanan berupa jaring pengaman sosial kesehatan bagi warga kurang mampu yang mengalami darurat medis akibat kendala biaya baru saja diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung. Namanya Bantuan Perlindungan Kesehatan (Balinkes).
Melalui program ini, masyarakat yang berstatus tidak memiliki BPJS Kesehatan atau dalam kondisi belum teraktivasi, tetap berhak memperoleh bantuan biaya guna mengakses layanan kesehatan. Syaratnya, tercatat sebagai warga Kabupaten Temanggung, terdaftar dalam Data Kemiskinan Daerah (DKD) atau DTSEN Desil 1–5, serta wajib menjalani rawat inap atau kegawatdaruratan di Kelas 3.
Dengan target sebanyak 2.292 penerima manfaat pada tahun 2026 ini, masing-masing warga mendapatkan batas plafon bantuan maksimal sebesar Rp 2.400.000 yang berlaku 1 kali per orang dalam setahun.
Program Balinkes diampu oleh Dinas Sosial Kabupaten Temanggung bekerjasama dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang meliputi RSUD Temanggung, RS PKU Muhammadiyah, RSK Ngesti Waluyo, serta 26 Puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah.
“Ini merupakan bentuk komitmen kami di bidang layanan kesehatan bagi masyarakat. Mereka yang tidak memiliki fasilitas BPJS atau statusnya belum aktif, tetap bisa mendapatkan akses bantuan maksimal Rp 2,4 juta per orang per tahun,” ungkap Bupati Agus Setyawan, Selasa (11/8/2026).
Program yang baru saja diluncurkan ini mendapatkan apresiasi besar dari masyarakat. Seperti disampaikan Puji, warga Desa Muncar, Kecamatan Gemawang. Dirinya merasa bersyukur lantaran anaknya yang kini tengah dirawat di RSUD Temanggung dapat memperoleh manfaat dari program Balinkes, kendati belum memiliki akses BPJS.
Dirinya mengaku persyaratan untuk mengakses Balinkes sangat mudah, karena cukup membawa KTP dan KK, sehingga penanganan anaknya yang tengah sakit berjalan lancar tanpa kendala.
“Orang sakit pasti memerlukan biaya. Kami bersyukur dapat memperoleh bantuan tersebut, karena sangat membantu meringankan beban biaya perawatan anak yang sedang sakit, dan persyaratannya sangat mudah,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Fahrurozi asal Dusun Prampelan, Desa Kemloko, Kecamatan Tembarak. Dirinya dan keluarga merasa sangat terbantu lantaran ibu mertuanya yang mengalami gejala penyakit stroke dan membutuhkan perawatan medis dapat memperoleh akses Balinkes dari pemerintah setempat.
“Ibu mertua saya sejauh ini belum memperoleh akses BPJS, Alhamdulillah dengan adanya program Balinkes ini kami sangat terbantu secara pembiayaan,” tuturnya. (IFn;EKp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook