Ket [Foto]:
SPPG Karangwuni Siap Operasional, Temanggung Kini Dilayani 16 SPPG
Temanggung - Siswa-siswi di Kabupaten Temanggung hingga Agustus 2025 telah dilayani sebanyak 16 dari rencana 55 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Inf. Hermawan Adi Nugroho mengatakan, keberadaan dan operasional SPPG diharapkan dapat berdampak positif, tidak hanya pada peningkatan gizi anak, lansia dan balita yang dilayani, namun juga menggerakkan ekonomi lokal sekitar.
"SPPG harus bisa menyerap hasil pertanian dan peternakan warga sekitar dalam pengolahan di dapur, sehingga perekonomian lokal bergerak," kata Dandim 0706 Letkol Inf. Hermawan Adi Nugroho, Rabu (20/8/2025).
Dandim mengatakan hal tersebut, ditemui usai menyaksikan penandatanganan SPPG Karangwuni Pringsurat dengan 42 sekolah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.
Dandim mengemukakan, siswa penerima manfaat harus menabungkan uang saku yang didapat untuk jajan, karena telah mendapat MBG di sekolah atau memanfaatkan untuk kegiatan belajar.
"Uang saku siswa bisa ditabung, uang jajan dihemat, karena telah ada MBG," imbaunya, sembari mengatakan, jangan sampai terjadi makanan yang tidak layak konsumsi sampai di siswa, apalagi kasus keracunan makanan.
Kepala SPPG Karangwuni, Dian Nurvitadewi mengatakan, SPPG Karangwuni akan melayani 3878 siswa yang tersebar di 42 sekolah, meliputi Desa Karangwuni, Kopen, Pagergunung, Nglorok dan Gowak.
"Rencana mulai paling lambat di awal September, SPPG Karangwuni sudah beroperasional," tuturnya.
Pengurus Yayasan pengampu SPPG Karangwuni, Hartati mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan SPPG dalam beberapa bulan terakhir dan dinyatakan siap operasional.
"Badan Gizi Nasional menetapkan SPPG Karangwuni siap operasional. Semua siap, dari sarana dan prasarana. Target operasional awal September, hari ini (Rabu, 20/8/2025) penandatanganan MoU dengan pihak sekolah," terangnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung, M. Fahmi Hidayat mengatakan, MBG diharapkan bisa dirasakan langsung oleh siswa-siswi dalam hal pemenuhan gizi. Jika terjadi permasalahan atau keluhan terkait dengan pelayanan untuk menghubungi langsung SPPG agar segera ditindaklanjuti.
"Jika ada masalah untuk komplain langsung disampaikan ke dapur. Jangan disampaikan ke yang lain, masukan bisa langsung ditindak lanjuti," tandasnya. (Aiz;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook