Ket [Foto]:
Adukan Nasib Siswa ke Bupati, Pengawas SD Gemawang: 14 Km Terlalu Jauh untuk Anak-Anak Kami
Temanggung – Arif Setiawan tidak ingin membuang waktu naik ke lantai 2 Kantor Desa Gemawang. Sambil mengatur napas, Pengawas Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Gemawang itu tergopoh-gopoh memasuki ruang kerja Kepala Desa Gemawang, Selasa (6/1/2026) siang.
?Kabarnya, Bupati Agus Setyawan sedang berada ruangan yang terletak di sana. Bagi Arif, ini adalah momentum langka sekaligus krusial. Di kepalanya hanya ada satu hal, yakni nasib 50 anak didiknya di Dusun Seseh, Desa Ngadisepi, yang kini terancam tidak bisa sekolah secara normal.
?“Memang lebih dekat kalau lewat trase jalan jembatan Seseh. Tapi kalau dipaksakan lewat sana saat musim hujan begini, jalanan becek, licin, dan berlumpur. Sangat berbahaya untuk motor,” tutur Arif dengan nada cemas di hadapan Bupati.
?Akibat longsor yang memutus jalur utama sejak Jumat (2/1/2026) malam, anak-anak sekolah kini terjebak dalam pilihan sulit. Mereka terpaksa memutar lewat jalan alternatif yang jaraknya bertambah menjadi 14 kilometer. Sebuah jarak yang tidak masuk akal untuk ditempuh anak-anak SD setiap hari tanpa sarana transportasi yang memadai.
?Arif membeberkan beban berat yang dipikul pihak sekolah. Berdasarkan pengalaman bencana tahun-tahun sebelumnya, sekolah harus merogoh kocek hingga Rp 500 ribu per hari hanya untuk menyewa satu unit armada angkutan.
?“Tujuannya ke SD Negeri 2 Gemawang. Sampai saat ini, sekolah benar-benar kesulitan, belum dapat kendaraannya,” keluh Arif.
?Mendengar laporan mendesak tersebut, Bupati yang akrab disapa Agus Gondrong ini langsung merespons. Tanpa menunggu lama, ia menoleh kepada Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Temanggung yang ikut mendampingi.
?"Mulai besok jam 07.00 pagi, Pak Totok (Kalakhar BPBD_red) siapkan kendaraan. Jemput anak-anak di Dusun Seseh, antar ke SDN 2 Gemawang. Kita fasilitasi setiap hari sampai jalan benar-benar bisa dilalui. Pendidikan itu prioritas, tidak boleh berhenti karena longsor," tandas Agus dengan tegas.
Dari pantauan, Rabu (7/1/2026) pagi, terlihat tiga unit armada BPBD Temanggung berupa Mitsubhisi L300, Dyna Elf, dan Strada Triton telah standby di Dusun Seseh. Dari body depan kendaraan terpasang selembar kertas bertuliskan "Kendaraan Angkutan Antar Jemput Sekolah Desa Ngadisepi dan Kemiriombo". (Adt;Istw;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook