Ket [Foto]:
Solidaritas Warga Temanggung, Bantuan Pendidikan Rp 1,24 Miliar Dikirim ke Aceh Tamiang
Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,24 miliar dari masyarakat Temanggung kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut difokuskan pada pemulihan sektor pendidikan pascabencana dan diberangkatkan melalui jalur darat oleh BPBD Kabupaten Temanggung, Sabtu (17/1/2026).
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung, Ripto Susilo, menyampaikan bahwa bantuan merupakan hasil donasi dan kepedulian masyarakat Temanggung yang dihimpun melalui berbagai elemen.
Setelah dilakukan komunikasi, peninjauan lapangan, serta koordinasi dengan pihak terkait, bantuan kemudian diarahkan untuk mendukung perbaikan fasilitas pendidikan dan pemulihan psikososial pascabencana.
“Berdasarkan hasil koordinasi dan kajian di lapangan, alokasi bantuan difokuskan pada sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana,” ujar Ripto Susilo saat pelepasan bantuan di Pendopo Pengayoman.
Ia menjelaskan, bantuan disalurkan ke empat sasaran utama, yakni SD Pahlawan Kecamatan Karang Baru, SD Negeri Upah Kecamatan Bendahara, TK Pembina Desa Pahlawan, serta kegiatan trauma healing yang dikoordinasikan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi pengecatan ruang kelas dan ruang guru, perbaikan mushola, perpustakaan, toilet, pagar sekolah, penggantian atap bangunan, serta penyediaan sarana pendukung pembelajaran, seperti komputer, printer, alat peraga pendidikan, karpet alas belajar, meja kursi guru, dan perlengkapan sekolah lainnya.
Selain bantuan fisik, turut disalurkan 221 paket sarana belajar bagi siswa, santunan untuk 12 anak yatim piatu, serta 500 paket perlengkapan pendidikan yang pendistribusiannya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Program trauma healing juga diberikan kepada 50 guru, disertai bantuan 500 paket sarana pendidikan berupa tas, sepatu, seragam, serta alat tulis lengkap.
Ripto Susilo menambahkan, operasi kemanusiaan dijadwalkan berangkat pada 17 Januari 2026 dan diperkirakan tiba di Kabupaten Aceh Tamiang pada 21 Januari 2026. Pelaksanaan kegiatan di lapangan akan berlangsung hingga 28 Januari 2026, dan rombongan relawan dijadwalkan kembali ke Temanggung pada 31 Januari 2026.
Sebanyak 28 relawan dari berbagai unsur terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut, yang terdiri atas unsur BPBD, relawan sosial, SAR, tenaga pendidik, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Sementara itu, Bupati Agus Setyawan berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima.
Bupati juga menekankan agar seluruh kegiatan dan pekerjaan di lapangan dapat diselesaikan dengan baik, sehingga fasilitas pendidikan benar-benar dapat digunakan secara maksimal.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga kekompakan, dan niatkan seluruh kegiatan ini sebagai amal kebaikan,” pesan Bupati kepada para relawan. (Aiz;Ekp)







Tuliskan Komentar anda dari account Facebook