Gen Alpha Mesti Bijak dan Cerdas dalam Pemanfaatan Internet dan Gawai
Ket [Foto]:

Gen Alpha Mesti Bijak dan Cerdas dalam Pemanfaatan Internet dan Gawai

Temanggung - Wakil Bupati, drg. Nadia Muna mengingatkan siswa-siswi Sekolah Dasar untuk bijak, cerdas dan berhati-hati dalam menggunakan internet, media sosial, serta gawai. Wabup menekankan, pentingnya menjaga etika berinternet demi mencegah dampak negatif, seperti perundungan (bullying) hingga kecanduan gawai.

Hal tersebut disampaikan Wabup Nadia saat menghadiri kegiatan "Sosialisasi Literasi Digital, Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif" bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) di SD Muhammadiyah, Parakan, Selasa (15/9/2026).

Di hadapan para siswa-siswi, Nadia membagikan kisah nyata mengenai bahaya perundungan di media sosial yang berujung pada kekerasan fisik. Ia menceritakan kasus seorang anak yang mengalami cedera parah pada tulang belakang akibat terlibat perkelahian dengan temannya.

"Anak ini, padahal berprestasi di sekolahnya, namun karena berantem, saling ejek nama orang tua di media sosial, akhirnya terjadi perkelahian. Akibatnya lumpuh, tidak bisa jalan, bahkan ke kamar mandi pun harus dibantu," kata Nadia.

Wabup mengimbau para siswa agar tidak menyebarkan foto atau konten teman yang berpotensi mempermalukan di media sosial. Selain itu, ia mengingatkan agar tidak meninggalkan komentar jahat atau provokatif di dunia maya.

Tak hanya isu perundungan, Nadia juga menyoroti bahaya kecanduan gawai (gadget) pada anak-anak. Ia menceritakan kasus lain mengenai seorang anak seusia Sekolah Dasar yang harus menjalani operasi mata akibat terlalu lama bermain ponsel.

"Ia kecanduan sampai tidak mau mandi, tidak mau makan, dan tidak mau sekolah. Ketika ponselnya diambil, dia marah. Hal-hal seperti internet dan game ini sifatnya memang bikin nagih kalau tidak dibatasi," tuturnya.

Nadia juga mengingatkan para siswa untuk tidak mentah-mentah menelan informasi atau jawaban dari mesin pencari, saat mengerjakan tugas sekolah. Menurutnya, buku pelajaran tetap menjadi rujukan utama yang paling akurat.

Melalui kegiatan yang diselingi dengan kuis interaktif dan pembagian hadiah tersebut, Pemkab Temanggung melalui Dinkominfo berharap, anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif dan tidak terjerumus pada dampak buruk digitalisasi.

Eko Kus Prasetyo, Pranata Humas Ahli Muda Dinkominfo menyampaikan, layar ponsel cerdas kini makin sulit dipisahkan dari kehidupan anak-anak usia Sekolah Dasar, bangun tidur yang dicari kebanyakan ponsel.

"Dengan adanya pembelajaran interaktif yang dibantu oleh ponsel, intensitas penggunaan meningkat, mulai dari mencari jawaban tugas sekolah di Google, menonton video hiburan di YouTube, hingga bermain game bersama teman-teman. Meski begitu, penggunaan gadget dan media sosial di usia dini menyimpan tantangan tersendiri yang membutuhkan perhatian ekstra dari orang tua dan pendidik," ungkapnya.

Kehadiran internet memang mempermudah akses informasi. Namun, anak-anak sering kali belum memiliki daya pilih dan pilah yang kuat untuk membedakan mana informasi yang akurat dan mana yang tidak. Ketika mengerjakan tugas, misalnya, tidak sedikit anak yang langsung menelan mentah-mentah jawaban dari mesin pencari, tanpa mencocokkannya kembali dengan buku pelajaran di sekolah.

Ekape, sapaan akrabnya, menegaskan, selain persoalan informasi, interaksi anak di media sosial juga memegang peranan penting. Kebiasaan bercanda yang kebablasan, seperti mengunggah foto teman yang kurang pantas, mengolok-olok nama orang tua, atau menuliskan komentar jahat di dunia maya berpotensi memicu perundungan (bullying) yang berlanjut menjadi konflik fisik di dunia nyata.

"Tantangan lain yang tak kalah besar adalah risiko kecanduan layar (screen addiction). Durasi penggunaan ponsel yang tak terbatas, kerap membuat anak lupa waktu untuk makan, mandi, belajar, hingga mengganggu waktu istirahat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini tidak hanya merusak pola harian anak, tetapi juga dapat berisiko memicu gangguan kesehatan mata," tandasnya. (Tfa;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook